recommended

Latest Posts

Tenki no Ko: Hujan, Nipon, dan Harapan

Tenki no Ko: Hujan, Nipon, dan Harapan

Awas spoiler! M embayangkan Tokyo tenggelam seperti membayangkan negeri di bawah laut se…
Sebuah Gubuk yang Lebih dari Kampus

Sebuah Gubuk yang Lebih dari Kampus

Aku, pernah menemui guru yang tidak cukup serius mengajar, tiba-tiba memberi nilai 100 bu…
Kata dan Media Sosial adalah Bias

Kata dan Media Sosial adalah Bias

K ata sering bermasalah dengan media sosial, kita sering melihat orang salah faham dengan…
Yang, Hujan Turun Lagi

Yang, Hujan Turun Lagi

Penting! Mari kita medengar dan joged dulu, sembari membaca kabar banjir hari-hari ini,…
Bagaimana Cara Menulis Esai? with Fauzan Anwar Sandia

Bagaimana Cara Menulis Esai? with Fauzan Anwar Sandia

Saya berkempatan dan dipertemukan oleh IBTimes.ID, dengan Mas Fauzan, seorang penulis mud…
Kelontong dan Sistem Pebayaran Mindring

Kelontong dan Sistem Pebayaran Mindring

Ada yang unik dari sistem pembayaran kelontong ala orang-orang China ini. Sistem peba…
Kang Jalal dan Sentimen Sunni-syiah yang Tidak Berkesudahan

Kang Jalal dan Sentimen Sunni-syiah yang Tidak Berkesudahan

M alam hari, suasana dingin ala Tawangmangu, Karanganyar. Saya duduk di majelis dauroh…
Pakaian

Pakaian

S epanjang ingatan saya, Mas Bandung dulu gondrong, ala-ala seniman. Pada waktu itu, tahu…
Anak Muda Kelas Menengah Perkotaan yang Nongkrong di Coffee Shop

Anak Muda Kelas Menengah Perkotaan yang Nongkrong di Coffee Shop

Pernah satu ketika, saya masuk ke kafe, tempat tongkrongan anak muda kelas menengah perko…
Review Novel Tenggelamnya Kapal van der Wijck

Review Novel Tenggelamnya Kapal van der Wijck

Salahkan Hamka, yang malah menyebabkan tenggelamnya Kapal van der Wijck, memilih tidak me…

© ‧ Dhima Wahyu Sejati. All rights reserved. Made with ♥ by dhima

Menjadi pelita di tengah prahara.