Pinned Post

Hamka yang Pemaaf

Pagi yang biasa di tahun 1964. Sudah menjadi rutinitas, orang tua yang dihormati itu mengisi kajian…

Latest Posts

Sadari, Kita Ini Masih Hidup di Dunia Analog

K ita hidup di dua dunia; dunia analog (ruang fisik) dan dunia digital (ruang maya). Di dunia yang b…

Layla Majnun: Representasi Cinta kepada Allah

JI ka ngomong soal roman picisan di Indonesia. Memori kolektif kita mungkin merujuk ke Siti Nurbaya ,…

Purnawan Basundoro: Pengantar Sejarah Kota (1)

D esa dan kota selalu dibandingkan, kadang dibenturkan lalu diadu bak tanding ayam. Kota biasanya di…

George Orwell: Animal Farm

T irani berakhir, terbitlah tirani yang baru. Begitu gambaran besar yang ditulis George Orwell, nove…

Hak Budi, Korupsi, dan Krisis Kesehatan

terbit di IBtimes.id ilustrasi: tirto.id S aya ingin mengawali tulisan ini dengan satu bacaan anak ber…

Memilih untuk Tidak Percaya

A da dua pesan yang belum terbaca, tenyata grub WA bapak-bapak.  Ada yang mengirim video dari Tiktok

Eka Kurniawan: Sumur

A ir sumber kehidupan, sekaligus menjadi tanda kesejahteraan. Setiap kehidupan yang dilewati aliran …

Ruang Publik

Dulu, kampung banyak ruang kosong; kebun, latar omah, sawah, sampai sungai. Ada masanya saya suka m…

Palestina dan Jurnalisme Islam

tulisan dimuat di rubrik Mimbar Mahasiswa harian Solopos, Selasa Wage, 18 Mei 2021 B aru-baru ini jag…

Tenki no Ko: Hujan, Nipon, dan Harapan

Awas spoiler! M embayangkan Tokyo tenggelam seperti membayangkan negeri di bawah laut seperti negeri …