Tidak Harus Sekolah Rakyat, Tidak Harus Sekolah Unggulan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf meninjau Sekolah Rakyat di Kota Solo, pada 2025. Kadang kita gemar sekali melabeli sekolah dengan kata-k…
Melihat 65 dengan Kacamata Kemanusian Perspektif paling bijak untuk melihat peristiwa 65 adalah dengan perspektif kemanusiaan, bukan dengan kacamata biner seperti benar-salah,…
Bagaimana Cara Menulis yang 'Islami'? Belajar dari Mochtar Lubis Saya banyak berteman dengan komunitas kepenulisan seperti FLP Solo. Saya mendapat kesan dari beberapa teman, yang kepingin menulis tulisa…
Meninggalkan Dunia Dalam ceramah-ceramah agama (islam) yang sering kita dengar di mimbar. Selalu bilang bahwa dunia ini sedang memasuki akhir zaman. Dimana …
Bagaimana Jepang Membangun Sepak Bola Lewat Anime? Jepang punya banyak pemain berkelas yang tampil di liga tertinggi Eropa. Nama seperti Nakamura, Kagawa, Honda, sampai Minamino sudah tidak asing. Ji…
Buya Syafii, Pembaca dan Penulis yang Tangguh ilustrasi: detik.com Bagi anak belia (gen Z) yang baru lahir kemarin sore seperti saya, kiranya sangat sulit mengenal dan menjangkau para tokoh yang …
Ade Armando: Polarisasi, Post-truth, dan Kekerasan oleh Institusi Negara photo created by rawpixel.com - www.freepik.com A de Armando menerima pengeroyokan ketika ia turut meramaikan euforia demo 11 April kemarin. Apa yan…
Mahasiswa Kaya, Mental Miskin Saya pernah mendapat cerita dari seorang wali mahasiswa, yang mengaku dengan sengaja meminta surat keterangan miskin, padahal sebenarnya mampu, ia j…
Bias Keberimbangan Acara Talk Show Apa Kabar Indonesia Malam yang disiarkan TV One mengenai mafia tanah berujung protes dari narasumber Nirina Zubir, yang…
Oleh Siapa Cantik itu Dibentuk? Putri Diana/Tabloidbintang.com Kalau saya kepingin mendefinisikan cantik, lalu melempar ke orang-orang, kemudian saya minta kita sepakati satu penger…